Senin, 04 Januari 2016

TUGAS REVIEW JURNAL ISO 27000(ANALISIS KINERJA SISTEM)



REVIEW JURNAL(TUGAS ANALISIS KINERJA SISTEM)

Judul
INFORMATION SECURITY MANAGEMENT SYSTEM USING ISO 27000
Jurnal
Jurnal Ekonomi
Volume & Halaman
Vol. XXII No. 1
Hal : 1 - 11

Tahun
2012

Penulis
Andre M. R. Wajong
Reviewer
Siti Fathiyah Wardati(17112051)
Tanggal
5 Desember 2015

Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas serta mengetahui lebih dalam mengenai peran ISO 27000 yang diperlukan dalam menjaga dan melindungi informasi organisasi sehingga informasi dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi organisasi.
Subjek Penelitian
Subjek penelitian di tujukan untuk mempersilakan auditor internal maupun external untuk memastikan bahwa organisasi telah mematuhi aturan-aturan, memiliki arah pengembangan Manajemen dan standard-standard yang dilaksanakan.  Simbol untuk kualitas dan keamanan. Penetapan ISO/IEC 27001:2005 akan menunjukkan kepada pelanggan- pelanggan, partner anda dan pihak pemerintah bahwa kualitas pelayanan dan keamanan yang baik dalam proses bisnis anda telah dikendalikan dengan benar, hal ini dapat menjadi publikasi yang sangat positif bagi organisasi untuk meraih kepercayaan stake holder.
Metode Penelitian
Perusahaan – perusahaan yang menerapkan standar ISO 27000
Definisi Operasional Dan Variabel Dependen
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah PDCA Model yang diaplikasikan dalam ISMS  seperti :
        - Pendekatan Top-Down Keamanan adalah masalah manajemen (bukan hanya masalah teknologi informasi) sehingga manajemen tingkat atas memiliki peran penting dalam menerapkan prinsip-prinsip keamanan untuk memabngun ISMS pada perusahaan.
        - Peran-peran fungsional  identifikasi  dan peran fungsional yang tergantung pada jenis dan ukuran perusahaan yang dapat bervariasi dalam jenis dan jumlah.
Hasil Penelitian
Manajemen resiko yang tepat, seperti yang telah dilakukan di awal dalam membangun ISMS merupakan faktor terpenting dalam ISO/IEC 27000 karena memperbolehkan organisasi memperkenalkan cara pengawasan dan memilih cara-cara penyelenggaraan keamanan yang paling sesuai. Dengan demikian dapat memberikan pendekatan terhadap manajemen risiko yang akan ditetapkan dalam bentuk aturan-aturan, terkait dengan penilaian risiko oleh tim auditor untuk memastikan peringkat keamanan yang diperlukan sesuai dengan kondisi anggaran keuangan organisasi. Cara pengendalian dapat dilihat pada lampiran ISO/IEC 27000 agar dapat
mencapai hasil yang diharapkan dalam manajemen risiko. Jika sistem keamanan telah diwujudkan sampai titk optimal, maka pengendalian yang diuraikan dalam lampiran dapat diabaikan. Pengendalian dan evaluasi yang ketat dapat diterapkan setelah organisasi melakukan implementasi manajemen risiko yang sistematis dimana sistem telah sesuai untuk keperluan standar dalam organisasi.
Kesimpulan
Dengan adanya ISMS, organisasi dapat menjaga dan melindungi informasi yang dimilikinya. Sehingga tidak akan terekspos ke pihak-pihak yang tidak memiliki otoritas atau tidak berkepentingan. Dengan demikian, pihak-pihak tersebut tidak dapat menghancurkan organisasi karena tidak mendapatkan informasi rahasia perusahaan.  ISMS perlu diterapkan dalam perusahaan yang sebaiknya diawali dengan melakukan desain ISMS, kemudian melakukan implementasi ISMS, dan melakukan pengendalian atas ISMS yang telah diterapkan.  Standar ISO/IEC 27000 Series dapat membuat suatu organisasi lebih mudah
Saran
Standar ISO/IEC 27000 Series dapat diterapkan di perusahan-perusahaan di Indonesia sehingga dapat menjamin penerapan ISMS yang lebih baik sesuai dengan standar internasional yang meminimalisir resiko terhadap informasi organisasi. Dengan demikian, organisasi dapat fokus dalam mengembangkan atau memperbaiki sumber daya manusia dalam organisasi dan proses-proses dalam organisasi yang selaras dengan teknologi dan standar yang telah ditetapkan
Daftar Pustaka
Bruch    and    Strater.    (1974).    “Information    System:    Theory    and    Practice”.    California    :    Hamilton    Publishing Company. Davis, Gordon B. (1974). “Management Information System: Conceptual Foundation, Struc- ture,    and    Development”.    McGraw-Hill    International. Sutedjo B. (2002). “Perencanaan dan Pembangunan Sistem Informasi”. Yogyakarta: Andi. McLeod,    Raymond    Jr.    and    Schell,    George    P.    (2004).    “Management    Information    Systems,    9th    edition”.    New    Jersey:        Prentice    Hall,    Inc. Whitman,    Michael    E.    and    Mattord,    Herbert    J.    Aitel.    (2004).    “Management    Of    Information    Se- curity”. Auerbach Publications. “Information Security ISO/IEC 27001”, [http://www.bsi-emea.com/InformationSecurity/index. xalter] [date last update: November 30, 2011], [data last access: December 02, 2011] “Keamanan Informasi”, [http://www.scribd.com/doc/27139236/Keamanan-informasi] [date last update: December 01, 2011], [data last access: December 03, 2011] “ISO”, [www.iso.org] [date last update: December 28, 2011], [data last access: December 30, 2011]
Information Security Management System Using ISO 27000
11
“Information Security Management System (ISMS) Menggunakan Standar ISO/IEC 27001:2005”, [http://www.duniaotomotif.net/information-security-management-system- isms-menggunakan-standar-iso.html] [date last update: December 29, 2011], [data last ac- cess: January 02, 2011] “Teknologi informasi dan Komunikasi”,  [http://www.teknologiinformasidankomunikasi.com/it-governance/information-security/iso- 27000/] [date last update: December 02, 2011], [data last access: December 05, 2011]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar